Blitar — Program Qoriyah Tayyibah UIN Malang Mengabdi menghadirkan inovasi pembelajaran melalui materi Deep Learning dan kurikulum berbasis cinta di LP Ma’arif NU Kabupaten Blitar. Kegiatan ini diisi langsung oleh dosen UIN Malang, yang membekali para guru dengan strategi mengajar yang humanis, kreatif, dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.
Materi pertama disampaikan oleh Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas, M.Pd dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan hati siswa, belajar sambil bermain, serta membangun suasana kelas yang nyaman. Hal ini menjadi jawaban atas berbagai tantangan guru, mulai dari beban kerja tinggi, kesejahteraan rendah, kurangnya penghargaan, perlindungan, hingga tuntutan menjadi multitalenta dan selalu mengikuti perkembangan zaman.
Dosen UIN Malang menegaskan, guru yang dicintai adalah guru yang mengajar dengan hati. Caranya antara lain dengan menghargai dan menghormati siswa, memberi pujian sederhana, mendengarkan cerita mereka tanpa tergesa memberi solusi, hingga memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus. Guru juga dianjurkan mengenal karakter siswa, menciptakan kenyamanan belajar, menjadi inspirasi, serta membangun motivasi positif.
Dalam pelatihan ini, guru juga diperkenalkan pada dua model pembelajaran utama: Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PJBL).
* PBL berangkat dari masalah nyata, misalnya banjir, yang mendorong siswa melakukan observasi, investigasi, komunikasi, hingga aktualisasi di masyarakat.
* PJBL menekankan proyek kreatif seperti membuat poster ajakan kepada masyarakat. Keberhasilan PJBL diukur bukan hanya dari hasil akhir, tetapi juga dari ide-ide kreatif yang muncul selama proses.
Kedua model ini menggunakan Bloom’s Taxonomy dan mendorong keterampilan 4C: berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi. Model pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakter siswa, kondisi sekolah, dan materi yang diajarkan.
Dengan bekal materi dari dosen UIN Malang ini, diharapkan para guru dapat menciptakan pembelajaran yang bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk karakter, kebahagiaan, dan semangat belajar siswa.